Taktik Manchester City adalah pujian untuk Liverpool, kata Virgil van Dijk

Virgil van Dijk menjelaskan kewaspadaan Manchester City di Anfield ialah sinyal perasaan hormat untuk Liverpool serta janji untuk belajar dari pelanggaran yang hampir membuat team Jürgen Klopp tidak terkalahkan pada awal musim Liga Primer. Bek Liverpool mengaku itu “tidak pandai” untuk menyelam di Leroy Sané saat kebuntuan di hari Minggu serta ia begitu lega saat Riyad Mahrez menyalakan penalti menit ke-86 diatas mistar gawang.

Baca Juga : Apakah krisis Tottenham Hotspur musim gugur 2018 sudah berakhir?

“Untuk mengawasi clean sheet sesudah penalti dalam lima menit paling akhir membuat saya orang yang begitu bahagia,” kata 75 juta pound. “Itu tidak pandai dari saya pribadi serta mudah-mudahan itu tidak pernah berlangsung kembali. Delapan puluh lima menit, Anda jelas terasa dikit capek serta peristiwa itu berlalu dalam hitungan detik serta saya akan memutuskan untuk menyelam, yang umumnya tidak saya kerjakan. Itu ialah ketetapan yang saya bikin serta mudah-mudahan ini bisa menjadi yang terakhirnya saya membuat ketetapan saat itu.

Baca Juga : Jose Mourinho memangkas angka chipper saat keributan Valencia

” Pep Guardiola menjelaskan jika permainannya ialah untuk mengatur perebutan bola serta hindari kehilangan bola di daerah dimana Liverpool bisa lakukan serangan balik lewat Mohamed Salah, Roberto Firmino serta Sadio Mané. Sesaat City sukses, Van Dijk yakin strategi juara tunjukkan perhatian mereka untuk ancaman yang diserahkan oleh Liverpool.

Baca Juga : Tomas Rosicky cepat memaafkan Jens Lehmann

Ia berkata: “Jelas mereka cukup waspada lewat cara kami bermain serta saya fikir kami sudah memperoleh perasaan hormat itu tapi mereka masih tetap mendesak serta masih tetap coba mainkan permainan mereka. Kami menyulitkan mereka serta kadang menyusahkan kami. Kami berusaha untuk menang tapi selanjutnya kami mesti bahagia – saya mesti bahagia – jika kami tidak kehilangannya sebab penalti. Mereka hadir sebab mereka juara serta mujur mereka tidak cetak gol tapi ikut tidak mujur, kami ikut tidak cetak gol. ”

 

Zimbabwe memiliki Kongo untuk tetap di atas agar lolos ke final piala afrika 2019

Zimbabwe bertahan untuk titik penting dalam usaha mereka untuk maju ke final Piala Afrika 2019, meredam gelombang desakan set ke-2 untuk memaksa hasil imbang 1-1 pergi ke lawan Group G Kongo pada Minggu. Khama Billiat mengagetkan team tuan-rumah dengan gol pembuka di pertengahan set pertama, serta walau striker yang berbasiskan di Turki Thievy Bifouma menyamai posisi selekasnya sesudah restart, pemenang Kongo yang begitu diperlukan untuk hirup kehidupan dalam kampanye mereka dapat dibuktikan susah dimengerti. Zimbabwe serta Republik Demokratik Kongo saat ini terikat pada empat point sesudah putaran dua, dengan pasukan Minggu Chidzambwa yang tersisa di tempat paling depan berdasar pada kelebihan unggul.

Baca Juga : Hector Herrera dari Meksiko dalam antrean untuk menggantikan Aaron Ramsey di Arsenal

Kongo serta Liberia, yang mengadakan DR Kongo yang dicitrakan untuk bermain seri 1-1 di laga Group G yang lain yang dimainkan Minggu, semasing ada di tempat ke-3 serta ke empat dengan semasing satu point. Di Brazzaville, Kongo mengawali laga di kaki depan, tapi tidak mempunyai kualitas untuk membuat kesempatan yang pasti di sepertiga akhir. Mereka selekasnya diperlihatkan bagaimana hal tersebut dikerjakan, saat Billiat membuat transisi rapi dengan Evans Rusike di luar kotak sebelum melepas Pengetahuan Musona ke kanan. Kapten yang berbasiskan di Belgia mengerjakannya dengan baik untuk meredam bujukan untuk pergi untuk arah sendiri, bukannya memotong kembali untuk Billiat mengeluarkan rumah dari jarak dekat.

Musona mempunyai kesempatan besar untuk melipatgandakan kelebihan Zimbabwe sesaat lalu, cuma untuk serangan ganasnya dari operan silang Rusike yang akan disundul langsung ke gawang oleh kiper Kongo Chancel Massa. Zimbabwe selalu menguasai pada set pertama transisi, dengan Musona serta Billiat menunjukkan ancaman stabil, tapi kesetimbangan bermain berubah dengan memberikan keyakinan sesudah interval waktu Kongo mulai tunjukkan semakin banyak kelaparan serta ketepatan maju. Lima menit masuk serta beberapa fans tersentak dari kursi mereka saat Bifouma tuntas dengan rapi dari jarak dekat sesudah satu pergerakan tajam yang sudah mengukir pertahanan team tamu.

Maksudnya nampaknya memulihkan kembali Afrika Tengah saat mereka mulai temukan hektar ruangan di sayap untuk membuat rusaknya buat pertahanan Zimbabwe. Chidzambwa coba menyetabilkan beberapa hal dengan membawa Tafadzwa Kutinyu untuk Kuda Mahachi, tapi gelandang yang berbasiskan di Tanzania membuat efek kecil. Kesempatan terunggul Zimbabwe di set ke-2 kembali jatuh ke Musona, yang drive rendahnya di luar kotak penalti kembali ditangkis Massa.