Zimbabwe memiliki Kongo untuk tetap di atas agar lolos ke final piala afrika 2019

Zimbabwe bertahan untuk titik penting dalam usaha mereka untuk maju ke final Piala Afrika 2019, meredam gelombang desakan set ke-2 untuk memaksa hasil imbang 1-1 pergi ke lawan Group G Kongo pada Minggu. Khama Billiat mengagetkan team tuan-rumah dengan gol pembuka di pertengahan set pertama, serta walau striker yang berbasiskan di Turki Thievy Bifouma menyamai posisi selekasnya sesudah restart, pemenang Kongo yang begitu diperlukan untuk hirup kehidupan dalam kampanye mereka dapat dibuktikan susah dimengerti. Zimbabwe serta Republik Demokratik Kongo saat ini terikat pada empat point sesudah putaran dua, dengan pasukan Minggu Chidzambwa yang tersisa di tempat paling depan berdasar pada kelebihan unggul.

Baca Juga : Hector Herrera dari Meksiko dalam antrean untuk menggantikan Aaron Ramsey di Arsenal

Kongo serta Liberia, yang mengadakan DR Kongo yang dicitrakan untuk bermain seri 1-1 di laga Group G yang lain yang dimainkan Minggu, semasing ada di tempat ke-3 serta ke empat dengan semasing satu point. Di Brazzaville, Kongo mengawali laga di kaki depan, tapi tidak mempunyai kualitas untuk membuat kesempatan yang pasti di sepertiga akhir. Mereka selekasnya diperlihatkan bagaimana hal tersebut dikerjakan, saat Billiat membuat transisi rapi dengan Evans Rusike di luar kotak sebelum melepas Pengetahuan Musona ke kanan. Kapten yang berbasiskan di Belgia mengerjakannya dengan baik untuk meredam bujukan untuk pergi untuk arah sendiri, bukannya memotong kembali untuk Billiat mengeluarkan rumah dari jarak dekat.

Musona mempunyai kesempatan besar untuk melipatgandakan kelebihan Zimbabwe sesaat lalu, cuma untuk serangan ganasnya dari operan silang Rusike yang akan disundul langsung ke gawang oleh kiper Kongo Chancel Massa. Zimbabwe selalu menguasai pada set pertama transisi, dengan Musona serta Billiat menunjukkan ancaman stabil, tapi kesetimbangan bermain berubah dengan memberikan keyakinan sesudah interval waktu Kongo mulai tunjukkan semakin banyak kelaparan serta ketepatan maju. Lima menit masuk serta beberapa fans tersentak dari kursi mereka saat Bifouma tuntas dengan rapi dari jarak dekat sesudah satu pergerakan tajam yang sudah mengukir pertahanan team tamu.

Maksudnya nampaknya memulihkan kembali Afrika Tengah saat mereka mulai temukan hektar ruangan di sayap untuk membuat rusaknya buat pertahanan Zimbabwe. Chidzambwa coba menyetabilkan beberapa hal dengan membawa Tafadzwa Kutinyu untuk Kuda Mahachi, tapi gelandang yang berbasiskan di Tanzania membuat efek kecil. Kesempatan terunggul Zimbabwe di set ke-2 kembali jatuh ke Musona, yang drive rendahnya di luar kotak penalti kembali ditangkis Massa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *